The Demon-Haunted World

Saya sangat suka buku-bukunya Carl Sagan. Tentu, awalnya dari Kosmos. Tapi caranya bercerita memang menarik, terlepas dari materinya yang memang saya sukai. Sains.

Di buku ini Sagan bicara tentang sains dan pseudosains. Yang dimaksud pseudosains sebenarnya memang banyak kita temui sehari-harai. Beragam mitos, tahayul, dan berbagai penampakan yang seolah ilmiah, nyata, tapi tidak bisa ditelusuri. Di sinilah bedanya dengan sains. Kalau sains, menurut Sagan, harus terbuka terhadap koreksi. Harus bisa diamati dan diulangi oleh orang lain dan mendapatkan hasil yang sama. Sesuatu yang sudah baik, masih bisa dipertanyakan kembali dan masih bisa dicari cara lain agar lebih baik lagi. Misalnya hukum gerak Newton yang awalnya sudah dapat menyelesaikan berbagai masalah ilmiah. Tapi sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan itu sendiri, hukum gerak Newton tidak lagi cukup. Sehingga timbullah teori relativitas Einstein.

Baca lebih lanjut

Iklan

Rumi’s Secret

Puisi-puisi Rumi, sudah banyak orang yang tahu. Bahkan di zaman now ini, Googling saja, langsung keluar berbagai pilihan untuk membaca puisi-puisinya.

Tapi buku ini bukan tentang puisi Rumi. Yang diceritakan adalah kisah hidup Rumi yang kemudian melahirkan puisi-puisi indah itu. Brad Gooch mulai dengan masa kecil Rumi: kekagumannya terhadap sang ayah, pasar tempatnya bermain, dan lain-lain, sembari mencontohkan penggalan puisi Rumi yang terkait dengan kondisi tersebut.

Baca lebih lanjut

Icebreaker

Saya termasuk penonton setia film-film James Bond. Tapi untuk membaca bukunya, kalau tidak salah ingat, ini adalah yang pertama.

Sosok James Bond dalam film sering kali terlihat macho. Tidak pernah takut, nyaris tidak pernah salah, dan segala kesempurnaan lain yang agak tidak masuk akal. Termasuk tampilannya yang masih rapi jali meskipun dihujani peluru dan berguling-guling dalam debu. Tapi di buku, sosoknya lebih manusiawi.

Baca lebih lanjut

Russka

Novel setebal 900 halaman ini akhirnya selesai dalam 2 bulan 1 minggu. Fiuh! Gimana nggak tebal? Ceritanya mulai tahun 180 sampai 1992. Lebih dari 1800 tahun!

Seperti layaknya novel sejarah, penulisnya sudah kasih pengumuman di bagian depan novel. Sejarah Rusianya benar, tapi kejadian yang dialami–termasuk tokoh-tokohnya–adalah fiksi. Lagipula, ada berapa banyak Ivan dan Peter di Rusia? Menghitungnya saja sudah segan.

Baca lebih lanjut

Love and Memories, Threes Emir 70 Tahun

Threes Emir 70 tahunUsia Tante Threes bahkan lebih tua dari mama saya. Jadi, konteks masa kecilnya adalah sesuatu yang mungkin tidak bisa benar-benar dipahami oleh orang-orang yang bukan generasinya. Saya pun kesulitan membayangkan seperti apa sih keadaannya saat itu. Tapi dengan gaya menulis yang asik, Tante Threes bisa menggambarkan mulai dari cara mendiang ibunya berdandan, hingga isi sayur asam. Saya sungguh ngiler hanya dengan membayangkannya saja!

Bagian cukup emosional adalah ketika Tante Threes menceritakan periode dimana ia kehilangan kedua orangtuanya. Juga mengenai perjalanan ibadahnya. Sayang, saya kurang merasakan emosi yang cukup intens terkait dengan Om Emir dan putra-putrinya. Mungkin ada baiknya cerita tentang mereka dieksplorasi lebih jauh. Misalnya, gimana sih rasanya ketika anak perempuannya menikah?  Baca lebih lanjut

A Brief History of the Amazons: Women Warriors in Myth and History

Pertanyaan saya sama dengan penulisnya: apakah benar suku Amazon itu ada?

Sudah nonton Wonder Woman, kan? Di suatu tempat yang namanya Themiscyra, hiduplah sekelompok perempuan yang jago bertarung. Atau dulu ada film seri Xena. Itu juga perempuan Amazon. Para perempuan Amazon ini jago bertarung termasuk keterampilan lain yang menyertainya seperti berkuda.

Baca lebih lanjut